Senyawa
hidrokarbon merupakan salah satu golongan senyawa karbon yang bermanfaat di
muka bumi. Walaupun merupakan golongan senyawa karbon yang paling sederhana,
sudah jutaan senyawa hidrokarbon dikenal saat ini. Pemanfaatan senyawa
hidrokarbon yang paling tampak terlihat terdapat pada bidang transportasi.
Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa utama dalam komposisi bahan bakar
kendaraan. Senyawa ini diambil dan diolah dari minyak bumi hasil penimbunan
jasad renik laut selama berjuta-juta tahun.
Gambar. bensin tersusun atas senyawa-senyawa hidrokarbon
PEMBELAJARAN
1
|
A. Pengenalan
senyawa hidrokarbon
Pada
awalnya, para ahli kimia menggolongkan senyawa atas senyawa organik dan
senayawa anorganik. Penggolangan ini dilakukan berdasarkan sumber
senyawa-senyawa tersebut. Senyawa organik berasal dari makhluk hidup, sedangkan
senyawa anorganik beasal dari alam diluar makhluk hidup. Contoh senyawa organik
adalah karbohidrat yang dihasilkan oleh tumbuhan melalui fotosintesis, urea
yang terdapat dalam urine mamalia, dan vitamin C yang terdapat pada
buah-buahan. Namun, hal ini tidak berlangsung lama.
Dengan
penemuan ini pendapat yang menyatakan bahwa senyawa organik berasal dari
makhluk hidup dapat dipatahkan. Meskipun demikian, penggolongan senyawa kedalam
senyawa organik dan anorganik tetap dipertahankan. Penggolangan tersebut
kemudian didasarkan pada sifat dan struktur seyawa bukan lagi berdasarkan
sumbernya. Meskipun tidak ada perbedaan sifat yang tegas antara senyawa organik
dan senyawa anorganik, kedua kelompok senyawa tersebut mempunyai ciri umum yang
berbeda. Adapun perbedaan utama di antara keduanya dapat dilihat pada tabel 1.1
berikut :
Perbedaan
|
Senyawa organik
|
Senyawa anorganik
|
Stabilitas terhadap pemanasan
|
Kurang stabil
|
Stabil
|
Titik cair dan titik didih
|
Umumnya relatif rendah
|
Umumnya sangat tinggi, tetap;i ada
yang sangat rendah
|
Kelarutan
|
larut dalam pelarut non polar
|
Larut dalam pelarut polar (air)
|
Kereaktifan
|
Bereaksi dengan lambat, kecuali
pembakaran
|
Bereaksi dengan cepat
|
Struktur
|
Umumnya terdiri dari rantai karbon
yang berikatan kovalen (senyawa karbon)
|
Umumnya terdiri dari ikatan ion atom
bukan rantai karbon
|
1. Mengidentifikasi
senyawa karbon
Adanya unsur karbon dan
hidrogen dalam sampel organik secara lebih pasti dapat ditunjukkan melalui
percobaan sederhana yaitu dengan uji pembakaran. Pembakaran sampel organik akan
akan mengubah karbon (C) menjadi karbon dioksida (CO2) dan hidrogen
(H) menjadi (H2O). Gas karbon dioksida dapat dikenali berdasarkan
sifatnya yang mengeruhkan air kapur, sedangkan air dapat dikenali dengan kertas
kobalt dari biru menjadi merah muda (pink)
Bagan
percobaan untuk menunjukkan ksrbon dan hidrogen dalam sampel organik. Karbon
dan hidrogen akan teroksidasi menjadi karbon dioksida dan uap air. Terbentuknya
karbon dioksida dikenali dengan air kapur, sedangkan air dikenali dengan kertas
kobalt.
2.
Keunikan atom karbon
a.
Karbon mempunyai 4
elektron valensi
Sesuai
dengan nomor golonganya, karbon mempunyai 4 elektron valensi. Hal itu
menguntungkan karena untuk mencapai kestabilan, karbon dapat membentuk 4 ikatan
kovalen. Unsur dari golongan lain tidak dapat membentuk ikatan kovalen sebanyak
itu, kecuali jika melebihi oktet.
Gambar
1.5 berbagai senyawa karbon. Karbon yang mempunyai 4 elektron valensi dapat
membentuk ikatan kovalen dengan berbagai jenis unsur.
b.
Atom karbon relatif
kecil
Sesuai
dengan nomor periodenya, yaitu periode kedua, atom karbon hanya mempunyai 2
kulit atom sehingga jari-jari atom karbon relatif kecil. Hal ini menyumbang dua
keuntungan berikut.
1)
Ikatan kovalen yang
dibentuk karbon relatif kuat.
2)
Karbon dapat membentuk
ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tiga
c.
Atom karbon dapat
membentuk rantai karbon
Bagimana cara karbon
dapat membentuk banyak persenyawaan ? atom
karbon memiliki empat elektron valensi sehingga dapat membentuk ikatan
antaratom karbon berupa ikatan tunggal, ikatan rangkap dua, atau rangkap tiga.
Selain itu, atom karbon dapat pula membentuk rantai lingkar (siklik). Hal
itulah menyebabkan mengapa jumlah senyawa karbon menjadi sangat banyak.
Gambar
1.6 berbagai macam bentuk ikatan dan bentuk rantai karbon dalam senyawa karbon.
3.
Jenis atom karbon
a.
Atom C primer
Atom
C primer adalah atom C yang hanya mengikat satu atom C lainnya. Pada senyawa hidrokarbon
jenuh, atom C peimer mengikat tiga taom H (-CH3)
Perhatikan
tanda bintang (
) yang menandai atom C primer pada
contoh-contoh senyawa berikut ini.
b.
Atom C sekunder
Atom
C sekunder adalah atom C yang mengikat dua atom lainnya. Pada suatu senyawa
hidrokarbon jenuh, atom C sekunder mengikat dua atom H (-CH2-)
c.
Atom C tersier
Atom
C tersier adalah atom C yang mengikat tiga atom C lainnya. Pada senyawa
hidrokarbon jenuh, atom C hanya mengikat satu atom H (-CH-)
d.
Atom C kuartener
Atom
C kuartener adalah atom C yang mengikat empat atom C lainnya. Pada senyawa
hidrokarbon jenuh, atom C kuartener tidak mengikat atom H.
Jumlah atom karbon
Primer = 5 buah (1, 4, 5, 8 dan 9)
Sekunder = 2 buah (2 dan 7)
Tersier = 1 buah (3)
Kuartener = 1 buah (6)
|
PEMBELAJARAN
2
|
B. HIDROKARBON
Hidrokarbon adalah golongan senyawa
karbon yang paling sederhana. Hidrokarbon hanya terdiri dari unsur karbon (C)
dan hidrogen (H). Walaupun hanya terdiri dari dua jenis unsur, hidrokarbon
merupakan suatu kelompok senyawa yang besar.
1.
Penggolongan
hidrokarbon
a.
Berdasarkan struktur
molekul
Penggolongan
hidrokarbon berdasarkan struktur molekulnya dapat berupa rantai karbon terbuka
(rantai alifatik) dan rantai karbon tertutup (alisiklik dan aromatik).
1.
Senyawa hidrokarbon
alifatik
Senyawa
karbon alifatik adalah senyawa hidrokarbon dengan struktur rantai karbon
terbuka. Senyawa yang termasuk hidrokarbon alifatik yaitu,
·
Alkana : metana (CH4), etana (C2H6),
propana (C3H8), butana (C4H10), dan
seterusnya (senyawa ini banyak terdapat dalam minyak bumi)
·
Alkena : etena (C2H4),
propena (C3H6), butena (C4H8) dan
seterusnya
·
Alkuna : etuna (C2H2),
propuna (C3H4), butuna (C4H6) dan
seterusnya
2.
Senyawa hidrokarbon
alisiklik
Senyawa
hidrokarbon alisiklik merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki struktur
rantai karbon tertutup. Contoh senyawa hidrokarbon alisiklik yaitu:
3.
Senyawa hidrokarbon
aromatik
Senyawa
hidrokarbon aromatik merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki rantai karbon
tertutup dan mengandung dua atau lebih ikatan rangkap yang letaknya berselang-seling.
Contoh senyawa aromatik yaitu benzena
b.
Berdasrkan jenis ikatan
antaratom karbonnya
Berdasarkan
jenis ikatan antaratomnya, hidrokarbon dibedakan atas jenuh dan tak jenuh. Jika
semua ikatan karbon-karbon merupakan ikatan tunggal (-C-C-), senyawa
hidrokarbon tersebut digolongkan sebagai hidrokarbon jenuh, jika terdapat satu
saja ikatan rangkap (-C=C-) atau ikatan rangkap
tiga (-C≡C-) , senyawa hidrokarbon tersebut
disebut hidrokarbon tak jenuh.
Gambar
1.8 contoh hidrokarbon jenuh dan tak jenuh
2. Alkana
Senyawa
alkana merupakan senyawa hidrokarbon jenuh (ikatan antara atom C hanya berupa
ikatan tunggal). Senyawa alkana bersifat kurang reaktif dibandingkan alkena dan
alkuna (tahukah anda, mengapa demikian?). oleh karena itu, senyawa alkana
dikenal juga dengan nama parafin. Parafin berasal dari bahasa latin parum
afinis yang berarti daya gabung kecil.
a.
Rumus umum alkana
Tabel 1.3 tiga suku pertama alkana
Perhatikan
rumus molekul metana, etana, dan propana pada tabel 1.3. ternyata rumus molekul
dari dua senyawa yang berturutan berbeda sebesar CH2, bukan?
Selain
itu, perbandingan jumlah atom C dengan atom H dalam alkana selalu sama dengan n : (2n + 2). Oleh karena itu, alkana
dapat dinyatakan dengan suatu rumus umum berikut :
b.
Deret homolog
Suatu
kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama dan sifat yang bermiripan
disebut satu homolog ( deret sepancaran ). Alkana merupakan suatu homolog.
Tabel 1.4 rumus molekul dan nama alkana
dengan jumlah atom C-1 sampai C-10
Jumlah Atom C
|
Rumus Molekul
|
Rumus
Baris
|
Nama
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
CH4
C2H4
C3H8
C4H10
C5H12
C6H14
C7H16
C8H18
C9H20
C10H22
|
CH4
CH3
CH3
CH3
CH2 CH3
CH3
CH2 CH2 CH3
CH3
CH2 CH2 CH2 CH3
CH3
CH2 CH2 CH2 CH2 CH3
CH3
CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 CH3
CH3
CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2
CH3
CH3
CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2
CH2 CH3
CH3
CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 CH2
CH2 CH2 CH3
|
Metana
Etana
Propane
Butana
Pentana
Heksana
Heptana
Oktana
Nonana
Dekana
|
c.
Tata nama alkana
Tata nama alkana
Jumlah
senyawa karbon sangatlah banyak sehingga penamaan senyawa karbon memerlukan
sistem tertentu dan hal ini telah di atur oleh komisi tata nama dari himpunan
kimia sedunia atau IUPAC (International
of Pure and Applied Chemistry). Nama yang diturunkan dengan aturan IUPAC
disebut nama sistematis atau nama IUPAC.
Nama yang sudah biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, atau nama yang
digunakan dalam dunia perdagangan, tetap digunakan dan disebut nama biasa atau nama trivial.
1)
Tata nama alkana
menurut aturan IUPAC
Cara
memeberikan nama alkana berdasarkan aturan IUPAC sebagai berikut:
a)
Tentukan rantai karbon
terpanjang (rantai utama ).
Kedua
struktur tersebut menyatakan suatu rantai C terpanjang atau rantai utama dengan
cara penyusunan yang berbeda.
Pada
kedua struktur tersebut, yang diberi tanda merupakan rantai C terpanjang atau
rantai utama.
b)
Tentukan cabang-cabang
alkil.
Gugus
alkil adalah alkana yang kehilangan satu atom H-nya. Rumus umum gugus alkil :
CnH2n+1
|
Gugus
alkil yang terikat pada rantai utama. Nama suatu gugus alkil disesuaikan dengan
nama alkana asalnya, tetapi akhiran -ana
diganti -il
(alkana
menjadi alkil).
Tabel
1.4 beberapa contoh gugus alkil dari senyawa alkananya
Alkana
|
Nama
|
Gugus alkil
|
Nama
|
CH4
|
Metana
|
CH3-
|
Metil
|
C2H6
|
Etana
|
C2H5-
|
Etil
|
C4H10
|
Butana
|
C4H9-
|
Butil
|
C6H14
|
Heksana
|
C6H13-
|
Heksil
|
C7H16
|
Heptana
|
C7H15-
|
Heptil
|
C8H18
|
Oktana
|
C8H17-
|
Oktil
|
C10H22
|
Dekana
|
C10H21-
|
Dekil
|
Perhatikan
cabang alkil yang dilingkari pada struktur berikut ini :
c)
Penomoran dimulai dari
atom C yang terletak paling dekat ke atom C yang mengikat gugus cabang.
(penomoran
atom C dimulai dari kiri)
Gugus
metil dan gugus etil memiliki posisi yang sama dari kedua ujung. Penomoran
rantai C dilakukan dengan cara memberi nomor lebih kecil untuk atom C yang
mengikat gugus alkil dengan atom C lebih banyak.
(penomoran atom C dimulai dari kanan)
d)
Jika terdapat lebih
dari satu rantai cabang tersebut diberi awalan sebagai berikut :
2
= di– 7 = hepta –
3
= tri– 8
= okta –
4
= tetra – 9 = nona –
5
= penta – 10 = deka –
6
= heksa –
e)
Penulisan urutan gugus
alkil berdasarkan abjad. Jika terdapat dua gugus alkil, metil (m) dan etil (e),
urutan penulisannya adalah etil (e),
kemudian metil (m). Jika terdapat
tiga gugus alkil, seperti dipropil
(p) dan etil (e), urutan
penulisannya etil (e), kemudian dipropil (p) (awalan seperti di – tidak
diperhitungkan).
Perhatikan
contoh berikut ini.
4-etil-3,5dimetilheptana
(bukan 2,3,4-trietilpentana)
3-etil-4,5-dipropiloktana
(bukan 6-etil-4,5-dipropiloktana)
Jika
gugus alkil dari struktur tersebut diuraikan menjadi bentuk panjangnya, akan
diperoleh struktur berikut:
Jadi,
nama dari senyawa alkana ini adalah 4,5-dietil-3-propiloktana.
2)
Tata nama alkana yang
bersifat umum (nama trivial atau nama lazim)
Selain
menggunakan nama IUPAC, senyawa karbon juga dapat diberi nama dengan
menggunakan nama trivial atau nama lazim.
a)
Untuk rantai karbon
yang lurus dan tidak memiliki cabang, diberi awalan normal atau disingkat n-.
CH3 – CH2
– CH2 – CH3 CH3
– CH2 – CH2 – CH2 – CH3
Normal butana atau
n-butana n-pentana
b) Jika
pada ujung rantai karbon terdapat cabang metil sehingga membentuk posisi siku,
diberi awalan iso-.
c) Pada
struktur molekul berikut ini, berlaku pemberiaan awalan neo-.
d) Nama
umum gugus alkil.
3. Alkena
Senyawa alkena adalah
hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan satu ikatan rangkap -C=C-. Senyawa yang
mempunyai dua ikatan rangkap disebut alkadiena,
senyawa yang mempunyai tiga ikatan rangkap disebut alkatriena, dan seterusnya.
a) Rumus
umum alkena
Berdasarkan rumus
molekul etena, propena, dan butena : C2H4, C3H6,
C4H8, dapat disimpulkan rumus umum alkena adalah sebagai
berikut :
CnH2n
|
` Jika
dibandingkan dengan rumus umum alkana, yaitu CnH2n+2,
alkena mengandung lebih sedikit atom hidrogen (H). Oleh karena itu, alkena
disebut tidak jenuh.
b) Tata nama alkena
Cara penamaan senyawa alkena sama dengan senyawa
alkana, tetapi pada senyaa ada aturan berikut
a. Rantai karbon terpanjang (rantai utama)
harus melalui ikatan rangkap dua. Senyawa alkena diberi nama sesuai dengan
jumlah atom C terpanjang dan diberi akhiran -ena.
b. Penomoran untuk atom C nomor satu
dilakukan dengan cara menempatkan ikatan rangkap pada nomor terkecil.
c. Aturan penomoran lainnya seperti pada
senyawa alkana
4. Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon alifatik tidak jenuh
dengan satu ikatan karbon-karbon rangkap tiga -C≡C-. Senyawa yang mempunyai 2
ikatan karbon-karbon rangkap tiga disebut alkadiuna,
sedangkan senyawa yang mempunyai 1 ikatan karbon-karbon rangkap dua dan 1
ikatan karbon-karbon rangkap tiga disebut alkenuna.
a) Rumus umum alkuna
Berdasarkan rumus molekul beberapa alkuna dapat
disimpilkan rumus umum alkuna adalah :
CnH2n-2
|
Alkuna mengikat 4 atom H lebih sedikit
dibandingkan dengan alkana yang sesuai.oleh karena itu, alkuna lebih tidak
jenuh dari pada alkena.
b) Tata nama alkuna
Cara penomoran atom C pada senyawa alkuna seperti
penomoran pada senyawa alkena, tetapi akhiran -ena diganti dengan -una. Perhatikan
contoh berikut :
Etuna atau juga dikenal dengan nama asitelina
merupakan senyawa alkuna yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gas
etuna atau gas asetilena diperoleh dari hasil reaksi batu karbida dan air
sehingga disebut juga sebagai gas karbida. Di beberapa daerah, terutama
dipedesaan, karbida digunakan untuk mematangkan buah-buahan, seperti pisang dan
mangga.
Penamaan senyawa hidrokarbon dilakukan
sesuai dengan aturan IUPAC atau dengan memberi nama yang bersifat umum.
Begitupun dengan manusia yang dalam kehidupannya juga harus senantiasa
mengikuti aturan yang telah ditentukan Tuhan Yang Maha Pencipta agar terjadi
kehidupan yang damai dan tentram.
PEMBELAJARAN 3 |
C.
KEISOMERAN
HIDROKARBON
Senyawa
hidrokarbon dapat membentuk isomer (berasal dari bahasa Yunani: iso yang berarti sama, dan meros yang berarti
bagian). Artinya, senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama (jumlah atom
sama), tetapi struktur molekulnya berbeda.
Terdapat empat
jenis isomer senyawa hidrokarbon, yaitu sebagai berikut :
1. Isomer
rangka adalah senyawa dengan
rumus molekul sama, namun rangka (bentuk) atom karbon berbeda.
2.
Isomer posisi adalah senyawa dengan rumus molekul dan gugus
fungsional sama, namun memiliki posisi gugus fungsional berbeda. Isomer rangka
dan isomer posisi sering juga disebut isomer struktur.
3.
Isomer fungsional adalah senyawa dengan rumus molekul
sama, namun jenis gugus fungsional berbeda.
4.
Isomer geometri adalah senyawa dengan rumus molekul,
gugus fungsional dan posisi gugus fungsional sama, namun bentuk geometri
(struktur ruang) berbeda. Isomer geometri terdiri atas isomer cis-trans dan isomer optik.
Senyawa alkana hanya memiliki ismoer rangka karena
golongan alkan tidak memiliki gugus fungsional. Golongan alkena memiliki semua
jenis isomer. Adapun golongan alkuna memilki isomer rangka, fungsional, dan
posisi. Setiap senyawa yang berisomer memiliki sifat-sifat (fisik dan kimia)
yang berbeda.
1. Keisomeran alkana
Keisomeran pada alkana tergolong keisomeran
struktur, didasarkan pada cara atom-atom saling berikatan. Keisomeran dapat
terjadi karena perbedaan kerangka (rantai induk) atau perbedaan posisi
cabang-cabangnya. Perhatikanlah kembali keisomeran pada butana dan pentana yang
telah disebutkan sebelumnya. Semakin panjang rantai karbon, semakin banyak pula
kemungkinan isomernya. Pertambahan jumlah isomer ini tidak ada aturannya.
Selain itu, juga perlu disebutkan bahwa tidaklah berarti semua kemungkinan
isomer itu ada pada kenyataannya. Sebagai contoh, ada 18 kemungkinan isomer
dari C8H18, tetapi tidak berarti ada 18 kemungkinan
isomer dari C8H18 dialam. Satu cara sistematis untuk
mencari jumlah kemungkinan isomer alkana adalah sebagai berikut. Sebai contoh
kita pilih C6H14.
a. Mulailah dengan isomer rantai lurus.
C-C-C-C-C-C heksana
b. Kemudian, kurangi rantai induknya dengan
satu atom karbon dan jadikan cabang. Tempatkan cabang itu mulai dari atom
karbon nomor 2, kemudian ke nomor 3, dan seterusnya hingga semua kemungkinan
habis. Untuk C6H14, hanya ada dua kemungkinan berikut.
1 2
3 4 5
C – C – C – C – C 2-metil pentana
C
1 2
3 4 5
C – C – C – C – C 3-metil pentana
C
Sebagaimana Anda lihat, cabang metil tidak dapat
ditempatkan pada atom karbon nomor 4 karena akan sama saja dengan penempatan di
nomor 2.
1 2
3 4 5 1 2
3 4 5
C – C – C – C – C
sama dengan C
– C – C – C – C
C C
c. Selanjutnya, kurangi lagi rantai
induknya. Kini dua atom karbon dijadikan cabang, yaitu sebagai dimetil atau
etil. Sebagai contoh, isomer dengan dua cabang metil ada dua kemungkinan
sebagai berikut.
C
C – C – C – C 2,2-dimetilbutana
C
C – C – C – C 2,3-dimetilbutana
C
C
Isomer dengan
cabang etil untuk C6H14 tidak dimungkinkan, karena :
C – C – C – C sama
dengan C – C – C – C – C
C C
C
3-metilpentana
sudah ada sebelumnya. Jadi C6H14 mempunyai 5 isomer.
2. Keisomeran pada alkena
Keisomeran pada alkena dapat berupa keisomeran
struktur dan keisomeran ruang.
a. Keisomeran struktur
Keisomeran struktur pada alkena dapat terjadi karena
perbedaan posisi ikatan rangkap, posisi cabang, atau perbedaan kerangka atom
karbon. Keisomeran mulai ditemukan pada butena yang mempunyai tiga isomer
struktur sebagai berikut.
Antara
1-butena dan 2-butena berbeda dalam hal posisi ikatan rangkap; antara 1-butena
dan 2-metilpropena berbeda dalam hal kerangka atom karbon.
Alkena
dengan 5 atom karbon, C5H10, mempunyai 5 isomer struktur
sebagai berikut .
1) C = C – C – C – C 1-pentena
2) C – C = C – C – C 2-pentena
3)
C = C – C – C
C
4)
C = C – C – C
C
5)
C – C = C – C
C
b. Keisomeran geometri
Keisomeran geometri adalah keisomeran karena
perbedaan penempatan gugus-gugus disekitar ikatan rangkap. Contohnya adalah
keisomeran pada 2-butena. Dikenal dua jenis 2-butena, yaitu cis-2-butena (t.d = 4°C) dan trans-2-butena (t.d = 1°C). Keduanya
mempunyai struktur yang sama, tetapi berbeda konfigurasi (orientasi gugus-gugus
dalam ruang). Pada cis-2-butena,
kedua gugus metil terletak pada sisi yang sma dari ikatan rangkap. Sebaliknya
pada trans-2-butena, kedua gugus
metil itu berseberangan.
Keisomeran
geometri terjadi karena kekakuan ikatan rangkap. Atom karbon yang berikatan
rangkap tidak dapat berputar satu terhadap yang lainnya. Oleh karena itu,
posisi gugus-gugus yang terikat pada atom karbon yang berikatan rangkap tidak
dapat berubah tanpa memutuskan ikatan. Jika gugus sejenis terletak pada sisi
yang sama dari ikatan rangkap disebut bentuk cis, sebaliknya jika gugus yang sama terletak berseberangan disebut
bentuk trans. Perhatikan kedua bentuk
isomer 2-butena diatas.
Perlu disebutkan bahwa tidak semua senyawa yang
berikatan karbon-karbon rangkap (C=C) mempunyai keisomeran geometri. Kedua atom
karbon yang berikatan rangkap itu harus mengikat dua gugus yang berbeda. Dengan
demikian, jika gugus-gugus yang terikat pada satu atom karbon dipertukarkan
tempatnya, bentuknya menjadi berbeda.
Contoh 1 :
Senyawa
mempunyai keisomeran geometri, karena kedua
atom yang berikatan rangkap mengikat gugus-gugus yang berbeda. Jika gugus-gugus
yang terikat pada atom karbon nomor 2 dipertukarkan tempatnya, terjadi
perubahan bentuk dari cis menjadi trans.
Contoh 2 :
Senyawa
tidak mempunyai keisomeran geometri, karena
atom karbon 1 mengikat dua gugus yang sama A. Jika letak gugus-gugus yang
terikat pada atom C nomor 2 dipertukarkan, bentuk yang dihasilkan sama saja.
Kedua bentuk tersebut tidak dapat
dikatakan cis, tidak juga trans.
c. Keisomeran pada alkuna
Keisomeran pada alkuna tergolong keisomeran kerangka
dan keisomeran posisi. Pada alkuna, tidak terdapat keisomeran geometri.
Keisomeran mulai terdapat pada butuna yang mempunyai 2 isomer.
Pentuna mempunyai 3 isomer.
PEMBELAJARAN 4 |
D.
SIFAT-SIFAT
FISIS HIDROKARBON
Sifat fisis
hidrokarbon mencakup keadaan fisik zat, seperti wujud, titik leleh dan titik
didih, warna, aroma, dan kekentalan. Adapun pembahasan tentang sifat fisis
senyawa hidrokarbon adalah sebagai berikut.
1. Titik cair dan titik didih
Titik leleh, titik didih, dan massa jenis alkana,
alkena, dan alkuna meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon
dalam molekul. Pada suhu kamar (25°C), C1-C4 berwujud
gas, suku-suku berikutnya berwujud cair, sedangkan suku-suku tinggi (mulai dari
C18H38) berwujud padat.
Diantara senyawa-senyawa yang berisomer, ternyata
isomer bercabang mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah.
Tabel 1.7 data titik leleh dan titik didih beberapa
isomer senyawa
Senyawa
|
Kerangka
Atom Karbon
|
Titik
Leleh
|
Titik
Didih
|
n-Butana
|
C – C – C – C
|
-138°C
|
-0,5°C
|
Isobutana
|
C – C – C
C
|
-145°C
|
-10°C
|
n-Pentana
|
C – C – C – C
– C
|
-130°C
|
+36°C
|
Isopentana
|
C – C – C – C
C
|
-160°C
|
+28°C
|
Neopentana
|
C
C – C – C
C
|
-200°C
|
+9°C
|
2. Kelarutan dalam air
Semua hidrokarbon sukar larut dalam air.
Senyawa-senyawa tersebut lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar seperti
tetraklorometana (CCl4).
PEMBELAJARAN
5
|
E.
SUMBER
DAN KEGUNAAN HIDROKARBON
a. Sumber dan kegunaan alkana
Alkaan tidaklah asing dalam kehidupan kita
sehari-hari. Alkana merupakan komponen utama dari gas alam dan minyak bumi.
Kegunaan alkana dalam kehidupan sehari-hari antara
lain sebagai berikut.
1) Bahan bakar, misalnya elpiji, kerosin,
bensin, dan solar.
2) Pelarut. Berbagai jenis hidrokarbon,
seperti petroleum eter dan nafta, digunakan sebagai pelarut dalam industri dan
pencucian kering (dry cleaning).
3) Sumber hidrogen. Gas alam dan gas
potroleum merupakan sumber hidrogen dalam industri, misalnya industri
amonia dan pupuk.
4) Pelumas. Pelumas adalah alkana suku
tinggi (jumlah atom karbon tiap molekulnya cukup besar, misalnya C18H38.
5) Bahan baku untuk senyawa organik lain.
Minyak bumi dan gas alam merupakan bahan baku utama untuk sintesis berbagai
senyaw organik seperti alkohol, asam cuka, dan lain-lain.
6) Bahan baku industri. Berbagai produk
industri seperti plastik, detergen, karet sintesis, minyak rambut, dan obat
gosok, dibuat dari minyak bumi atau gas alam.
b. Sumber dan kegunaan alkena
Dalam industri, alkena dibuat dari alkana melalui pemanasan
dengan katalis. Proses tersebut dinamakan perengkahan (cracking). Alkena, khususnya suku-suku rendah, adalah bahan baku
industri yang sangat penting, misalnya untuk membuat plastik, karet sintesis,
dan alkohol.
c. Sumber dan kegunaan alkuna
Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis penting
hanyalah etuna (C2H2). Nama lain etuna adalah asetilena. Dalam industri, asetilena
dibuat dari metana melalui pembakaran tak sempurna.
4CH4(g) + 3O2(g) à 2C2H2(g)
+ 6H2O(g)
Dalam jumlah sedikit, asetilena dapat dibuat dari reaksi
batu karbid (kalsium karbida) dengan air.
CaC2 + 2H2O à Ca(OH)2
+ C2H2
Pembuatan gas karbid dari batu karbid ini digunakan
oleh tukang las (las karbid). Jika Anda perhatikan, gas karbid berbau tidak
sedap. Namun, sbsenarnya gas asetilena murni tidaklah berbau busuk bahkan
sedikit harum. Bau busuk itu terjadi karena gas asetilena dibuat dari batu
karbid yang tidak murni, tetapi mengandung campuran, diantaranya gas fosfin (PH3)
yang berbau tidak sedap. Perlu Anda ketahui bahwa gas fosfin juga bersifat
racun, jadi ada untungnya gas ini berbau tidak sedap sehingga orang akan
menghindarinya.







0 komentar:
Posting Komentar